Kamis, 07 Juli 2011

"kapan nikah??"

kisah bulan ketiga 2011, yang baru sempet ngupload di blog baru... :D


“kapan nikah?”
Hmmh… senyum sembari berkata “secepatnya” jika pertanyaan itu muncul di keseharianku.
Ingin. Tapi bagaimana lagi? Statusku yang saat ini masih mahasiswi semester akhir dan sedang bahkan masih akan mengajukan judul skripsi belum usai.
Siapa sih yang nggak ingin? Jujur saja, aku adalah seorang wanita yang ingin menikah muda. Mengapa? Karena ingin mencintai rang yang tepat yaitu suamiku sendiri dan ingin menghindari sebuah fitnah.
Calon suamiku sudah merasa siap menyandang gelar Suami, dan aku pun sudah siap Istri bahkan Ibu. Predikat yang berat dilakoni, tapi aku yakin bisa lakoni semuanya. Lalu??? Apa yang membuatku pernikahan itu ditunda lagi?
Sedikit repot memang bahkan benar-benar repot ketika penundaan itu dikarenakan Orang tua kami yang kejawen. Orang tuaku sendiri sudah mengijinkan, meridhoi kami menikah secepatnya, namun calon mertuaku yang masih sangat kental dengan adat budaya itu sehingga pernikahan kami pun tertunda karena dalam aturan jawa tidak boleh ada acara ngunduh mantu 2 kali dalam setahun. Patokan tahun jawa adalah Sura atau Muharram dalam tahun hijriyahnya. Mas iparku sendiri baru mengakhiri masa lajangnya pada bulan ketiga 2011 ya otomatis kami pun mengalah karena untuk kebaikan bersama walau kami sendiri menganggap hal itu adalah mitos. Ntahlah……
Sebuah penundaan yang membuat aku sedikit shock, karena hingga saat ini juga belum ada kepastian jadinya kapan pernikahan kami dilaksanakan. Masih dalam pembicaraan, yang jelas sih katanya setelah sura. Hmm… okelah kalao begitu! ;)
Menjadi seorang wanita lajang untuk usia yang kata orang masih terbilang muda namun bagiku adalah saatnya menikah itu bukanlah sebuah inginku. Ini adalah pilihan. Pilihan yang ditetapkan Allah untuk hambaNya dan ini adalah yang terbaik dan yang tanpa kita sadari ini adalah yang kita butuhkan untuk saat ini.
Seringkali tidak kita sadari, bahwa keadaan yang kita terima saat ini adalah sebuah keadaan yang kita butuhkan. dan syukur menjadi peredanya.
Lajang, Allah tlah tetapkan itu. Dan untuk berubah menjadi Menikah itu hanya masalah waktu. Allah tlah tetapkan semua dalam Lauh MahfudzNya, Ia siapkan jodoh kita sedari kita belum lahir ke dunia, So memang harus sabar menanti saatnya. Sabar…… pasti nikah kok!! :D
Lajang, Allah beri kesempatan dalam kelajangan ini untuk lebih intropeksi lagi. Lebih belajar lagi tentang hidup dan diberikan kesempatan yang lebih supaya kita lebih siap untuk arungi rumah tangga.  Mungkin bagi kita mudah dan merasa yakin bisa, tapi berprasangka baik padaNya itu lebih baik. Karena Ia sesuai dengan prasangka hambaNya. Dia beri kita waktu, untuk siapkan segala sesuatunya, bisa saja dari lahir,batin bahkan materi. Dia Maha Baik, Buktinya Dia berikan watu pada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan hal itu yang sangat sering tidak kita sadari karena kesadaran kita terkalahkan oleh EGO.
Lajang….. Menikah! Itu status yang belum tentu menjadi lebih baik. Tetap berpositif thinking padaNya, berharap diberikan yang terBAIK dan belajar dan terus belajar untuk menjadi yang LEBIH BAIK dan yang terBAIK untuk diri kita sendiri, keluarga, sekitar, dan untuk pasangan kita. Jangan pernah berhenti bersyukur dalam keadaan apa pun.

Tenang.. NIKAH KOK!!! Semua… hanya masalah waktu!! J
^keep patient and positive thinking^


pg867

Tidak ada komentar:

Posting Komentar