Sabtu, 01 Oktober 2011

susah tapi sangat ingin...

Berulang kali muncul pertanyaan kenapa aku ingin menjadi Ibu?
Nggak sayang sama gelar yang didapat saat kuliah?
Nggak takut di “rem” uangnya sama suami kalau nggak punya penghasilan sendiir?
Nggak takut nggak bisa ini itu dan lain sebagainya kalau dikit-dikit minta duit sama suami?
Dengan tegas aku jawab, “TIDAK, aku tidak takut dengan hal itu semua. Ntah orang mau berkata apa, biarkan aku menjadi yang mneurutku dan suamiku baik.”

Kenapa??
Aku ingin menjadi seperti Ibuku sendiri, dan akan berusaha lebih baik darinya, karena itulah harapanya memilki seorang putri yang lebih baik darinya.
Aku ingin menjadi ibu utuk anak-anakku.. Bayi kecil dan besarku yang tak lain adalah suamiku..
Aku ingin menjadi guru untuk mereka..
 “Setiap manusia keturunan adam itu adalah pemimpin, maka seorang pria adalah pemimpin bagi keluarganya sedangkan wanita adalah pemimpin rumah tangga”. (HR. Ibnu Sunni dari Abi Hurairah)

Menjadi ibu sekolahnya tak cukup S3, bagiku sekolahnya iu seumur hidup. Jam kerjanya 24 jam nonstop.
Tidaklah mudah menjadi seorang Ibu, pekerjaannya lebih berat dibandingkan seorang dokter atau pengusaha sekalipun.

Nggak sayang dengan ilmu sewaktu kuliah?
Hmm bagiku… ilmu itu luas, bisa diterapkan dimanapun, kapan pun. Tergantung individu itu sendiri bagaimana memandang ilmu itu.
Mungkin itu juga sebagai alasan kuatku dulu ketika memilih jurusan yang sifatnya Humanis.

Nggak takut di”rem” sama suami untuk keuangannya?
Hmm nggak juga.. mungkin yang selama ini aku suka ini itu sesuakaku, ini saatnya aku mulai memikirkan bagaimana uang itu cukup untuk aku an keluarga.. Malah bersyukur jika ada orang yang nge”rem” aku untuk masalah uang :D
Kalau kita mau jujur sama suami untuk ini dan untuk itu, insyaAllah suami juga kasih kok… Nggak usah takut sama rejeki. Istri nggak bantu cari duit bukan berarti kita harus mati kutu dengan hal yang berhuungan dengan materi. Jika kita tetap menjalankan sesuai dengan perintahNya, bersyukur di setiap keadaan, InsyaAllah rejeki dariNya nggak akan pernah surut, seperti janji Allah kalau rejeki tak pernah tertukar..
Imam Hasan Al- Bashri berkata :

· Aku tahu rizkiku tidak mungkin tertukar dengan rizki orang lain, karenanya hatiku tenang.
· Aku tahu Amal-Amalku tidak bisa digantikan oleh orang lain,maka kusibukkan diriku bekerja dan beramal.
· Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
· Aku tahu kematian menantiku, maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan tuhanku.

Itulah mengapa tidak ada ketakutan dalam diriku untuk menjadi seorang IBU, walau nyatanya menjadi IBU itu sangat susah sekali.. butuh perjuangan ekstra, belajar yang tak pernah henti untuk menjadi seorang IBU yang benar2 IBU.
Bismillah…
***persembahan untuk suamiku Putra Jaka dan untuk anakku kelak..
Cinta bunda untuk kalian… J


pg867