Selasa, 26 Juli 2011

Mimpi dulu yuukk... :D

Setiap manusia yang masih diberi kesempatan hidup, pasti mempunyai keinginan, harapan, atau mimpi yang nantinya dwujudkan.Tidak perlu takut untuk menentukan mimpi-mimpi kita. Dengan mimpi yang tinggi membuat individu akan semakin bersemangat tuk wujudkan mimpi-mimpinya.
Menurutku, semakin tinggi mimpi seseorang maka semakin tinggi pula hasrat untuk berikhtiar.
Ada juga yang bilang, kalau mimpi yang tinggi sekalian karena kalau nanti jatuh, jatuhnya nggak rendah-rendah banget karena mimpi yang tinggi itu. Hihihi (masuk akal juga)
Mimpi itu logis, mimpi itu adalah sebuah keinginan yang ingin dicapai, saking pengennya kadang sampai masuk ke alam bawah sadar kita dan jadilah bunga tidur. Hehe :D
Karena mimpi, Sang penulis ternama Andre Hirata saja menulis novel judulnya Sang Pemimpi. Dalam cerita itu, semua bermula dari mimpi kan… Hingga akhirnya si Ikal bisa go to Paris..
Sigmund Freud saja, sang maestro psikoanalisa juga mengeluarkan dalilnya tentang mimpi.
Agnes Monica, selebriti kita, dia juga punya mimpi untuk go to international. Dan sekarang?? Karena kerja kerasnya dia bisa sampai ke negri paman Syam kan.. Padahal sebelumnya si dia juga pernah membintangi sinema Taiwan sama si Jerry yan, dan itu karena mimpinya..
Nah, aku si Putri juga punya mimpi.. ini mimpi bukan mimpi yang menjadi bunga tidur ya.. ini impian… impianku yang suatu saat nanti ingin kuwujudkan bersama suamiku pastinya, mau siapa lagi?? Hanya dengan suamiku PUTRA aku ingin wujudkan ini semua.  J
Aku kan juga manusia, so berhak juga bermimpi. Ntah itu bakal kesampaian atau nggak, yang penting aku punya mimpi dan pernah bermimpi.
Daftar impian Sang Putri :
1.       Ingin naik Haji
2.       Ingin Umrah
3.       Ingin ke Seoul, Aku tidak begitu tahu tentang sejaranh kota ini, aku pun juga tidak begitu tahu keistimewaan kota ini, tapi aku dari jaman tahu nama kota ini yaitu pas jaman SD sampai sekarang ini, aku pengen banget menuju sana. Sekarang pun aku mikir, kenapa aku ingin ke sana? Lha wong aku juga ndak tahu keistimewaannya? hihihi
4.       Ingin someday gitu dikirimin bouqet mawar merah yang banyak banget, pengennya sih 100 tangkai, tapi kalau mawarnya mahal ya secukupnya saja deh. Hihi, Wah paling asik kalau setiap ultahku, jumlah tangkainya sesuai dengan usiaku. Kalau usiaku 24 ya mawarnya 24 tangkai. Setelah itu ada special moment sama yang ngasih.. (siapa yang ngasih?? Ya kalau bisa suamiku dunk, masa’ orang lain, yang ada tak tolak aja kalau mawar2 itu dari yg lain.***ngarep dapet surprise dari suami.:p)
5.       Ingin holiday ke suatu tempat yang pantainya keren banget, atau di puncak yang bener2 roamantis. Ke Sulawesi boleh, katanya di situ indah banget ada aman kupu2nya, ke Bali asik juga, ke Lombok jug boleh.. wuaaaa ke mana aja deh yang penting bisa menikmati keindahan alam serta seru-seruan sama PUTRA.
6.       Ingin makan malam yang romanttiiiis banget, di pinggir pantai, atau di tepi danau, kalau ada resto atas kapal juga boleh. Hahaha. Amiin…(lancarkan rejeki kami Ya Rabb… :D)
7.       Pengen camping bareng sama teman-teman dan suaminya. (missal temannya putra yang udah menikah, nah rame2 kan seru)
8.       Ingin punya sanggar atau sekolah atau sejenisnya. Jika bisa untuk kaum dhuafa’ ya syukuran deh, jika belum bisa ya pokonya punya tempat pendidikan itu lah, Konsepnya bermain sambil belajar.
9.       Ingin jadi seorang istri sekaligus ibu di rumah tapi aktifitas tular ilmu tetep jalan mungkin dengan jadi ibu PKK dan ketika ada PKK aku jadi konselor anak dan keluarga kan asik. Ndak mungut biaya juga gpp, yang penting orang lain bahagia. J amiin…
10.   Ingin punya anak minimal 3 (kata calon ayahnya sih gitu), salah satu dari mereka ada yang masuk PONPES Assalam, atau GONTOR, atau di tempat Ustadz Yusuf Mansur juga gpp. Karena emaknya ndak kesampaian mondok. Hihi. Salah satu juga ada yang diarahkan jadi dokter, ada juga yang psikologi (nerusin emaknya), mau kayak ayahnya juga gpp jadi engineer. Terserah anak-anak deh, sebagai orang tua nantinya hanya bisa mengarahkan, tidak memaksa. J
11.   Ingin punya rumah sendiri desain kuno dan ada taman kecil atau teras untuk berkumpul dengan keluarga ketika santai.
12.   Kemudian di rumah itu ada ruang khusus untuk tempat main anak, khusus. Biar ruang tamu tidak berantakan dan ajarkan anakku tentang klasifikasi ruang dan tanggung jawab dengan ruangannya serta mengajarkan tentang tata ruang. (Kebiasaan anak kecil gambar di tembok, nah aku ingin ajarkan dia bahwa tidak semua ruang boleh ia coret2, ada tempat khusus, bukan berart membatasi, hanya aku ingin ajarkan klasifikasi ruang, ketimbang aku ngoel Cuma gara2 harus beli cat tiap bulan sekali??? Hihi)
Sementara… itu dulu deh mimpiku. Hehehe.
Bismillah… asal ada usaha pasti semua bisa. J

LUV u PUTRA….
Hanya denganmu, aku igin wujudkan semua itu.Love you so much
Pg867

Kamis, 14 Juli 2011

tentang AYAH

1.   . 1Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....

23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

35. tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Hmmmm… PUTRA…. Kau telah menjadi suami, kelak kau pun menjadi ayah. InyaAllah dengan keyakinanku, fakta ini ada pada dirimu.
Aku mengenalmu tak sehari atau dua hari. Aku pun tahu bagaimana kegigihanmu untuk menggapai sesuatu, terlebih dalam CINTA. Subahanallah.. aku yakin, kau tak kan kecewakan kami yang mencintaimu. Karena Cintamu kalahkan segalanya.
Kami yang mencintaimu…. (putr dan kelak buah hati kita) Luph u, Sayang….


Pg867

Rabu, 13 Juli 2011

LDM-------->Long Distance Marriage, bikin kagak nahan. Heu

Sekarang tanggal berapa sih? Bulan apa? Tahun berapa?? Kok aku kangen banget sama suamiku, Putra.
Rindu ini seakan tak tertahankan lagi. Hmm…  Wajar sih karena kami menjalani LDM alias Long Distance Marriage. Dia di sana… aku di sini…

My Luvly my husband… aku kangeeeeen….” Palingan Cuma kalimat itu yang sering aku ucapkan sama dia lewat SMS atau kadang aku telpon dia sebenta di sela kerjanya.
Hmmm… Cuma cium jauh yang kudapat dan sambil bilang..”Iya sayang… aku juga kangen… muach.”

Hmmm… LDM ini ndak sebulan dua bulan seperti yang kami perkirakan sebelumnya. Tapi bakalan bisa setahun. Aduuh jangan sampek deh. Semoga ndak sampai Sembilan bulan. Ya Allah…
Yang pernah ngrasain kangen sama pacar mungkin sudah biasa ya… kalau ini masalahnya beda. Kangen sama suami booo’’’’……..

Nafkah batin tidak kudapat. :D

Sudah resiko kami juga kalau keadaannya jadi seperti ini, karena kami niat menikah muda di saat kuliahku belum beres.*nasib mahasiswi semester akhir yang menikah dengan orang yang bekerja di luar kota. Huhuhu
LDM, Sudah ada di pemikiranku sejak dulu sebelumnya sebelum kami menikah.

Resikonya besar… Modalnya hanya satu PERCAYA. Namun, kepercayaan itu tidak akan muncul kalau KOMUNIKASI tidak lancer. Alhamdulillah sih komunikasi kami lancar. So, tidak ada masalah itu. J
Tapi… setelah menjalani ini, kompleksitas permasalahan semakin tinggi. Sebagai istri, walau belum sah secara hukum, aku tetap secara agama istrinya dia, aku tidak bisa total mengerjakan tugas 100 % istri. Wow! Bagiku itu masalah juga.

Kalau suamiku pulang kerja.. capek, penat, aku ndak bisa ada di sampingnya. Semua hanya terbatas pada media selullar dan internet. Di saat aku sebagai  istri seharusnya menenangkan, aku tidak bisa. Hiks.
Paling parah sih masalahnya sama aku, ntah dia ngrasain juga apa ndak. Kalau aku kangen.. ngalem… aku butuh dia. Aku tidak bisa sewaktu-waktu ngalem ke dia. Padahal aku ya pengen dimanjain total sama dia. Oh noooo…….

Sungguh deh.. LDM itu benar-benar cukup menguras hati, tenaga dan pikiran. Kalau jarak masih deket mungkin masihbisa pulang seminggu sekali atau sebulan sekali. Kalau beda provinsi.. ndak mungkin sering pulang… selain waktu juga boros biaya. Hihihi. Kan sayang…. Mending buat nabung. Hehe.
Haduuuh… LDM. Kangen berat deh sama si PUTRA .

PUTRA.. apakah kau  merasakan hal yang sama???? Semoga sama. Hehehe.

Pg867

Senin, 11 Juli 2011

jalan ALLAH menunjukkan sebuah HIKMAH dibalik keRUWETan ^_^

Ada yang aku dapat hari ini, sebuah hikmah dari “keruwetan” yang sempat aku alami.
Subhanallah.. ternyata ada hikmah di balik semua dan barutadi siang aku merasakannya, walau sebenarnya belum nampak sepenuhnya, namun insyaAllah itu yang Allah maksudkan untukku.
Cerita berawal dari tahapan awalku menyusun skripsi, mulai BAB 1.
Pengajuan sudah beres di penghujung Maret 2011, April mulai bimbingan Bab 1 bersama dua Dosen pembimbingku yang sangat terkenal dengan susah ditemui.
Yang satu, maunya di kampus saja (bagiku susah, karena posisiku kuliah sambil kerja)
Yang satunya lagi, jam terbang tinggi. Hmmm seringkali bikin janji tapi selalu batal karena beliaunya sering mendadak keluar kota dan kalau keluar kota selaaaaalu lama. (bikin aku gregetan)
Tapi, aku tetap berusaha sekuat tenaga…(welleh kayak apa aja pke sekuat tenaga, mau angkat besi kaleeeee’… :D )

April aku jalani, Alhasil di tengah bulan April lanjut sampai Bulan Juni pertengahan aku dihadapkan dengan sebuah pekerjaan yang butuh totalitas tinggi. Hmmmmh…-----à jadi penulis scenario sekaligus sutradara untuk operet anak di kotaku. WOW!!!!! Sukses bikin deadline skripsiku macet. Berusaha jalani dan tetep lanjut tanpa patah semangat dan ndak kenal lelah, tapiii apa daya.. akuhanya wanita biasa bukan super baja. Fisikku lumayan lemah L , kalau dipaksa yang ada makin ndak jalan semua… ujung-ujungnya sakit. Hiks… ogaaaaah masuk RS lagi karena kecapekan, dehidrasi,  dan yang lainnya. Hmmh… (kalau udah aktifitas di bidang yang aku suka, beginilah aku suka lupa kalau perut belum diisi bahkan minum aja jarang, ujung-ujungnya ngrepotin orang, pingsan. Hihi )

Masuk di Bulan Mei, suami DP 1 berpulang ke Rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un… aku shock mendengarnya sekaligus mikir gimana nasib bimbinganku.. :-? pasti beliau bakalan ndak masuk kerja juga lama.. huhuhu.

Alhamdulillah… Allah memberi jalan lain untukku, oleh Dosen waliku, aku diserahin ke DP 2. Betapa bahagianya aku… DP 2 susah ditemui, tapi kata teman-teman sih terkenal enak banget bimbingannya.
Wah…. Tambah semangat nie, mumpung DP 1 ndak ada. Soalnya DP 1 terkenal dengan “keruwetannya”. Bab 1 siap diserahkan ke DP 2 karena revisinya ndak banyak,(maksud hati memanfaatkan keadaan. Hehe). Hmmmm dikasih ujian lagi sama Allah. Sudah sempet vakum berbulan bulan karena kesibukan, sekarang pas lagi giat malah DP 2 keluar kota 3 minggu berturut-turut janjian selalu ndak sukses. Sudah DP 1 ndak ada malah sekarang DP 2 juga ndak bisa. Hmmh pada siapa aku bimbingan lagi…. Huhuhu. Penantian… belajar sabar…

Pas di awal Juli tepatnya di tanggal 1, aku berhasil bertemu DP 2, Huwaaaa DP 1 ada. Bimbingannya bakalan rumit lagi nie..(mulai negative thinking. Hihihi)

Ketemu deh, kami berhadapan 6 mata. Aku berhadapan dengan dua dosen sekaligus. Hmmh… ada masalah lagi, tiba-tiba DP 1 bilang Bab 1 ku kurang sistematis. (Ampun deh ibu…. Kenapa ndak bilang ketika pertama kali bimbingan???), DP 2 bilang “file yang ada di saya belum saya baca. Maaf ya..”(ampun deh ibuuuu itu kan sudah saya serahkan di awal juni.. 3 minggu yang lalu..huhu). Hmm sudah ke kampus cuma dapet itu aja dan suruh kembali esoknya hari Jumat 1 Juli 2011. Oke, sayya pulang. Tapi aku ndak langsung pulang aku menuju Masjid Agung, I’tikaf siang-siang, puyeng rasanya kok dipersulit dari awal. Minta ampun sama Allah sambil menikmati waktu Dhuha sendirian di masjid. Hmmm lumayan plong sudah nangis sepuas-puasnya sama Allah. Biyuuuuh begini ya rasanya skripsi. (Kata suamiku si Putra nan jauh di sana sih aku terlalu mendramatisir keadaan dan masih suka negative thinking. Hmm apa iya ya… jiwa sutradaraku ikut andil dalam keseharianku ternyata. Wkwkwk). Okeylah… bismillah…

1 Juli 2011, hari Jumat. Aku datang nenteng tas ransel dan siap bertemu dosen. Naik ke fakultasku yang kebetulan di lantai 3, clingak clinguk dosenku sudah datang apa belum. Ternyata belum. Aku tunggu saja di ruang konseling kampus sambil ngobrol sama mbak-mbaknya share tentang skripsi. Hihi.
Setengah jam nungguin DP 1 dan DP 2 ndak datang-datang. Hmm, negative thinking lagi deh, jangan-jangan gagal lagi.(maklum sudah terlalu sering dikecewakan sama dosen masalah pertemuan, jadi ya begini deh bawaannya. Hihi)
Kok suwe nemen?? Bisa jamuran nie… ke ruang pengajaran dan telpon DP 2 memberitahukan bahwa saya sudah di kampus dan jadi atau tidak bimbingan hari ini)
PG : Assalamu’alaykum Bu.. saya putri gadis bu..
DP 2 : Wa’alaykumussalam. Oh iya, ada apa..
PG : Bu, saya sudah di kampus. Kan kemarin kita janjian untuk lanjut bimbingan..
DP 2: Oh iya, maaf ya saya tidakbisa ke kampus sekarang karena ada kepentingan
(waaaah ngalamat nie, bakaln lama lagi, sudah kayak mau copot nie jantung)
PG : lalu bu.. kapan bisa bertemu..
DP 2 : Begini put.. saya sudah baca bab 1 kamu, menurut saya kamu sudah bisa lanjut bab 2. Silahkan deh lanjut bab 2, saya sudah oke. Tinggal DP 1 saja.
PG : (mendengar itu aku seneng), Alhamdulillah… bener bu.. terimakasih bu… wassalamu’alaykum..
DP 2 : wa’alaykumussalam..

Wuiii senengnya… sudah bisa lanjut bab 2.
Nggak ada 5 menit DP 1 datang. (super deg-deg an kalau sama DP 1)
Loh DP 2 belum datang, Put??” Tanya DP 1
“DP 2 tidak bisa datang bu, karena ada acara, tapi saya sudah menghubunginya tadi bu, kata beliaunya saya sudah bisa lanjut bab 2 file saya sudah dibaca, katanya tinggal sama ibu DP 1 saja.”
“Oh gitu..”
Alhamdulillah…. Tinggal serevisi lagi sama DP  buat lanjut bab 2 manyusul DP 2.

Nah…  hikmah yang aku ambil ya tadi itu, 11 Juli 2011.. aku tadi datang seminar teman yang DPnya sama persis sepertiku. Mungkin dia pemikirannya sama kaya akau, lanjut DP 2 ketika DP 1 ndak bisa.
Wuiii… tadi sama DP 1 dibantai abis-abisan dan minta penjelasan detail selama beliau ndak ada, alasan beliau sih tepat, beliau hanya sempat membimbing tuh anak sekali, selanjutnya ndak tau krna diserahin ke DP 2. Wah…. Sesama DP ndak klik. Aku sambil muter perjalananku kemarin ketika aku merasa sulit dan dipersulit. Subhanallah… mungkin ini yang akan Allah tunjukkan sama aku. Allah ingin beri aku kemudahan tapi caranya disulitin dulu biar aku lanjut perbabnya mudah dan dua DP klik. Alhamdulillah… makin semangat berproses apalagi aku sudah resign dari tempat kerjaku karena ingin focus skripsi. Wow!!! Benar-benar ada hikmahh dari kesulitan kemarin. Allah hadiahkan kemudahan untukku, mungkin ndak sekarang tapi nanti…. Tapi insyaAllah, itu akan terjadi.
Alhamdulillah, benar-benar membuat aku bersyukur atas kesulitan kemarin. Terimakasih Allah…
Selalu ada hikmah dibalik kesulitan yang ada. Subhanallah…. Semangat berproses untuk hasil lebih baik.
Persembahan untuk kedua orang tuaku, untuk suamiku Putra yang sudah support aku dari jauh sana, setia Long Distance Marriage selama aku selesaikan kuliah. Maaf ya sayang… makasih makasih… luv u all..
Bismillah…


Pg867

Kamis, 07 Juli 2011

PUTRI istri sah PUTRA (Secara Agama)

4 Juni 2011
Hari itu merupakan hari yang sangat berarti untukku. Tak hanya aku yang berbahagia. Ibu dan bapakku pun ikut berbahagia.
Ada sebuah kebahagiaan yang tak pernah terbeli oleh apa pun. Sebuah kebahagiaan lahir dan batin yang mengantarkan aku daptkan Ridho Allah, InsyaAllah.
4 Juni 2011, seorang pria yang selama ini setia menungguku dalam suka dan duka, menyayangiku, mencintaiku, dan peduli terhadapku datang melamarku.
Sekitar sebulan yang lalu tepat tanggal 22 April kami mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah acara adat yang dinamakan lamaran. Padahal, sepengetahuanku islam hanya mengenal khitbatunnikah, khitbah untuk persiapkan nikah. Namun….. tidak seperti yang aku harapkan.
2 syawal lebaran 2010, keluarga putra bersilaturrahmi ke rumah. Kepada keluargaku, khususnya waliku yang tak lain adalah bapakku sendiri, orang tua laki-laki Putra mnegutarakan maksud dan tujuan bersilaturrahmi bahwa putra bungsunya ingin menikah dengan denganku. Bagi keluarga kami itu adalah khitbah atau dalam masyarakat dikenal dengan tunangan.
Pada pertemuan itu disampaikan bahwa sebenarnya ibuku menghendaki lamar nikah, jadi seserahan yang biasa disebut peningset itu diserahkan ketika H-1 akad nikah. Namun, dari keluarga Putra menghendaki harus ada acara tunangan.  Demi kelancaran bersama, baiklah…… kami ikuti saja aturan mainnya jika itu memang untuk kebaikan bersama.
Setelah persiapan di bulan April selesai, barulah di hari keempat pada bulan Juni 2011, keluarga putra beserta beberapa saudara  sowan ke rumah untuk melamarku dengan membawa segala peningset dan kue-kue yang udah biasanya ada dalam acara lamaran, seperti tetel, pisang raja yang kulitnya benar-benar mulus, buah, dan kue-kue. Katanya sih semua itu ada maknanya.. tapi entahlah.. aku tak tahu itu.. :p

Kami ikuti saja acara itu hingga selesai, namun apa yang kami harapkan tidak tercapai. Kami berharap dalam acara itu mendapat sebuah keputusan yang nantinya akan PUTRA bawa pulang kembali ke tanah ibukota. Putra tak ingin hal lain kecuali tanggal pernikahan kami.
Kemudian,Putra pun mulai geram melihat ibu mertuaku berusaha mengulur-ulur waktu itu dengan alasan dari segi adat budaya dan duniawi. Astagfirullahal’adziim..
Sekitar 30 menit lepas acara itu, dengan mengenakan kemeja batik khas Madura berlengan panjang, wajah lelah ia nampakkan turun dari atas motor dan menuju rumahku bersalaman dengan bapak ibuku dan keluargaku yang pada malam itu masih ada di rumahku. Malam itu sekitar pukul21.15.

Siang hari sebelum malam itu kakak dan aku sempat bersilaturrahmi ke rumah Pak Ustadz dari Yayasan yang ada di kotaku yang kebetulan sahabat dari keluargaku, Sebut saja ustadz R. Beliau memberikan ceramah singkat pada kami tentang hukum bergaul beda muhrim dan sungguh kami sangat tertampar akan hal itu. Khusunya aku sebagai wanita muslimah, sangat malu dengan jilbab yang aku kenakan. Kami pun bercerita kendala kami tidak cepat menikah. Beliau mengerti, tapi agama tak bisa mengerti. Dosa tidak memandang alasan yang sifatnya duniawi. Haram ya Haram, Halal ya Halal. Beliau mengatakan menikah itu mudah, manusia saja yang mempersulitnya. Ketika ada dua memepelai, wali , saksi dan mahar, maka sahah sebuah mitsaqon ghalidzon.  Kami sungguh malu pada ustadz R.Di sepanjang perjalanan pulang kami membicarakan hal itu, Putra seolah bersikeras, aku pun juga ingin karena mengingat dosa-dosa yang telah kami buat dan yang akan kami buat. Kami hanya manusia biasa yang memilki nafsu. Bagaimana kami bisa menahan nafsu selama berbulan-bulan dengan tidak adanya sertifikasi halal???? Puasa dan sholat?? Sudah juga kami lakukan,. Ya! Nikah satu-satunya cara ampuh untuk menghalalkan semua itu. Kami memilki nafsu, namun bukan itu tujuan kami untuk menikah dini. Kami hanya ingin Allah semakin sayang pada kami, Allah ampuni dosa kami, Allah usir setan-setan yang ada pada diri kami, Allah berikan ketengan pada kami (di mana kami saling berjauhan), dan Allah selalu berikan Ridho pada kami. Kami ingin haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, dan semua apa yang kami lakukan berdua diberi pahala dan menjadi tiket surga kami.
Bismillah.. dg menyebut nama Allah.. kami memilih jalan itu “MENIKAH” . Aku pribadi semat ragu.. Namun, Subahnallah putra yang nantinya menjadi suamiku (InsyaAllah) begitu yakin dengan langkah ini dan berusaha untuk meyakinkanku. Cukup lama aku berpikir dan aku mengambil keputusan “Bismillah put, jika putra siap aku pun siap, jika putra yakin, aku pun yakin. “
Langsung saja kami menyipakan mahar dengan dana yang sangat nipis, membeli mukena seharga 98 ribu, Al-Quran dengan harga 13.500 (kalau ndak salah) kami beli itu semua. Bagiku sudah cukup.
Masih 4 juni 2011, 22.00 kami menuju Yayasan tenpat di mana ustadz R berada. Kami tak sendiri, kami ditemani bapak ibuku yang nantinya menjadi wali untukku (Subhanallah…  orang tuaku menyetujui keputusan kami karena orang tuaku juga berpandangan sam seperti Ustadz R, lebih cepat lebih baik yang penting laki-lakinya bisa dipercaya dan memang siap lahir batin.Maharpun kami keluarkan, Subhanallah putra menambahkan uang tunai 100 ribu pada mahar itu, Bismillah dengan  menyebut nama Allah latihan ijab qabul pun dilaksanakan antar bapak dan putra. 2 saksi siap. Semua siap.
Di ruamg yang berukuran sekitar 7 x 5 meter, khutbah singkat  disampaikan oleh Ustadz R, 2 saksi  mendengarkan dengan khidmat, putra tampakkan keyakinannya, bapak siap dengan kalimat ijabnya, ibu dan aku masih seakan tak percaya.
Bismillahirrahmaanirrahiim.. dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Disaksikan Allah dan para malaikatNya, setelah khutbah nikah selesai bapak pun mengucapkan “saya nikahkan dan jodohkan putri saya Putri Gadis dengan Putra Jaka dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 100 ribu dibayar tunai!”, “Saya terima nikahnya dan jodohnya Putri Gadis binta Abi dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!”lantang putra.
“Sah…..??” “saaaaah….”ucap para saksi. Alhamdulillah… do’a pun langsung dibacakan oleh Ustadz R dan kami pun mengamini, semoga para Malaikat pun mengamini. Alhamdulillah….
Pertama kalinya aku mencium tangan putra yang kini menjadi suami sahku secara agama di hadapan ustadz, bapak, ibu, dan orang lain. Subhanallah.. ada sebuah kelegaan yang berbeda. Aku mencium tangan putra yang tak lain adalah suamiku. Subhanallah…
Dengan perasaan bahagia kami pulang, ciuman di kening pun melesat dari bibir Putra. Subhanallah.. indaaaah… tenaaang.. damaaai….. Alhamdulillah..

Tetap, ada satu yang mengganjal hingga saat ini, tidak semua orang tahu berita bahagia ini. Hmmmh, tidak apalah yang penting hubungan kami sudah halal, intensitas berhubungan pun semakin banyak, perhatian semakin lebih, dan ketika kami berdua setidaknya sudah tidak setan yang membisiki untuk zina. Jika tujuan kami baik, InsyaAllah, Dia pun berikan jalan kemudahan walau caranya berbeda dengan yang lain. Seperti kami, menikah sirri dulu dengan tujuan jika nanti ada bebrapa orang yang berusaha mengulur nikah (KUA)kami, kami tetap tenang menghadapinya karena kami tidak mau ada pertengkaran sengit dengan keluarga besar (yang masih memikirkan adat dan duniawi) dan kami berusaha menghormati keputusan terbaik dari orang tua kami khususnya mertuaku.
Final story…… aku sudah menjadi istri sah PUTRA. Alhamdulillah….

"Jika sudah saling percaya dan merasa mampu.. mengapa tidak menikah saja??? Banyak yang beranggapan nikah sirri itu merugikan wanita pada umumnya, tapi menurutku, tergantung pada diri kita masing-masing, seperti yang aku jalani saatini, walau dia halal untukku tapi kami berkomitmen untuk tak berhubungan badan dulu hingga kami menandatangani surat nikah KUA, yang insyaALLAH akan dilaksanakan 2012 nanti. Mohon RidhoNya.. Tuh kan... 2012 masih lama, setan itu makin lama populasinya makin banyak. hihi. Pesan untuk para wanita, tetep jangan mudah memutuskan menikah kalau kamu belum kenal betul bagaimana lelaki itu dan bagaimana orang tuanya. Pesanku :"JANGAN JADI WANITA YANG MUDAH PERCAYA LAKI-LAKI, TETEP KUDU KENAL DAN LIHAT KELUARGANYA, BIAR KALIAN BAHAGIA"

pg867

"kapan nikah??"

kisah bulan ketiga 2011, yang baru sempet ngupload di blog baru... :D


“kapan nikah?”
Hmmh… senyum sembari berkata “secepatnya” jika pertanyaan itu muncul di keseharianku.
Ingin. Tapi bagaimana lagi? Statusku yang saat ini masih mahasiswi semester akhir dan sedang bahkan masih akan mengajukan judul skripsi belum usai.
Siapa sih yang nggak ingin? Jujur saja, aku adalah seorang wanita yang ingin menikah muda. Mengapa? Karena ingin mencintai rang yang tepat yaitu suamiku sendiri dan ingin menghindari sebuah fitnah.
Calon suamiku sudah merasa siap menyandang gelar Suami, dan aku pun sudah siap Istri bahkan Ibu. Predikat yang berat dilakoni, tapi aku yakin bisa lakoni semuanya. Lalu??? Apa yang membuatku pernikahan itu ditunda lagi?
Sedikit repot memang bahkan benar-benar repot ketika penundaan itu dikarenakan Orang tua kami yang kejawen. Orang tuaku sendiri sudah mengijinkan, meridhoi kami menikah secepatnya, namun calon mertuaku yang masih sangat kental dengan adat budaya itu sehingga pernikahan kami pun tertunda karena dalam aturan jawa tidak boleh ada acara ngunduh mantu 2 kali dalam setahun. Patokan tahun jawa adalah Sura atau Muharram dalam tahun hijriyahnya. Mas iparku sendiri baru mengakhiri masa lajangnya pada bulan ketiga 2011 ya otomatis kami pun mengalah karena untuk kebaikan bersama walau kami sendiri menganggap hal itu adalah mitos. Ntahlah……
Sebuah penundaan yang membuat aku sedikit shock, karena hingga saat ini juga belum ada kepastian jadinya kapan pernikahan kami dilaksanakan. Masih dalam pembicaraan, yang jelas sih katanya setelah sura. Hmm… okelah kalao begitu! ;)
Menjadi seorang wanita lajang untuk usia yang kata orang masih terbilang muda namun bagiku adalah saatnya menikah itu bukanlah sebuah inginku. Ini adalah pilihan. Pilihan yang ditetapkan Allah untuk hambaNya dan ini adalah yang terbaik dan yang tanpa kita sadari ini adalah yang kita butuhkan untuk saat ini.
Seringkali tidak kita sadari, bahwa keadaan yang kita terima saat ini adalah sebuah keadaan yang kita butuhkan. dan syukur menjadi peredanya.
Lajang, Allah tlah tetapkan itu. Dan untuk berubah menjadi Menikah itu hanya masalah waktu. Allah tlah tetapkan semua dalam Lauh MahfudzNya, Ia siapkan jodoh kita sedari kita belum lahir ke dunia, So memang harus sabar menanti saatnya. Sabar…… pasti nikah kok!! :D
Lajang, Allah beri kesempatan dalam kelajangan ini untuk lebih intropeksi lagi. Lebih belajar lagi tentang hidup dan diberikan kesempatan yang lebih supaya kita lebih siap untuk arungi rumah tangga.  Mungkin bagi kita mudah dan merasa yakin bisa, tapi berprasangka baik padaNya itu lebih baik. Karena Ia sesuai dengan prasangka hambaNya. Dia beri kita waktu, untuk siapkan segala sesuatunya, bisa saja dari lahir,batin bahkan materi. Dia Maha Baik, Buktinya Dia berikan watu pada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan hal itu yang sangat sering tidak kita sadari karena kesadaran kita terkalahkan oleh EGO.
Lajang….. Menikah! Itu status yang belum tentu menjadi lebih baik. Tetap berpositif thinking padaNya, berharap diberikan yang terBAIK dan belajar dan terus belajar untuk menjadi yang LEBIH BAIK dan yang terBAIK untuk diri kita sendiri, keluarga, sekitar, dan untuk pasangan kita. Jangan pernah berhenti bersyukur dalam keadaan apa pun.

Tenang.. NIKAH KOK!!! Semua… hanya masalah waktu!! J
^keep patient and positive thinking^


pg867