Senin, 19 Desember 2011

Ada Cerita di Balik SKRIPSI part 4 (ep.dikejar wisuda)

Jam 16.30 tepat sesuai janji dengan DP 2 aku sampai kampus.
Tapi... beliau belum datang...
30 menit berlalu.... belum datang juga..
Hmmh kata pengajaran beliau nggak ada jadwal ngajar.. tapi kata beliaunya ada jadwal ngajar anak reguler sore.. yang bener mana nieh.. **gamang.

Pukul 17.15 menit aku sms beliau apa jadi ke kampus..
Ternyata beliau tidak jadi datang. Ngunu kok nggak sms se bu mulai tadi siang atau sore tadi sebelum 16.30. Hmm.... BuDOs maunya dimengerti tapi nggak mau ngerti mahasiswa juga. Hsssssh!!!! Disyukuri!!

Akhirnya.. aku ke rumah mertua deh sowan mingguan... :)
Melawan rintik hujan aku menuju rumah mertua... Alhamdulillah bapak dan ibu mertuaku ada.
Senangnya bertemu mereka di senja hari yang gerimis mringis.. :)

Jam 19.00 WIB aku pulang dan saatnya aku siapkan diriku untuk sambut suamiku.. Mau kencan karena hari ini mau libur ngerjain SKRIPSI, pusing banget soalnya nie kepala... **akibat tidur pagi terus kayaknya.. :(

Sampek malam aku nungguin kangmasku pulang kerja..
Kencan kami ya hanya sebatas telpon aja, karena kami LD alias Long Distance..

Tapiiii..... pas udah telpunan... kecewa banget, si dia ninggalin aku tidur.
Hmmm maksud hati mau kencan karena sekitar semingguan aku nggak telpunan ma dia, akibat autis SKRIPSI.
Makanya pas kebetulan aku pusing dan tenagaku tak siapin besok Sabtu 17 Desember 2011 untuk seminar Nasional aku mau tidur sambil kencan di Jumat malam 16 Desember 2011.

Tak biasanya aku gini..
Aku setiap hari tau kesibukannya, tahu aktifitasnya, insyaAllah aku pun tahu betapa lelahnya dia.
Biasanya kalau dia pulang dan dia capek, aku memintanya untuk beristirahat dulu.. Nggak harus dia temaniku setiap malam, karena kami bukan anak kecil lagi yang pacaran. Tapi nggak tau kenapa Jumat malam 16 Desember 2011 aku kecewaaaa banget sama dia, maunya ngambek trus sebbbel banget sama dia.
Hati, pikira, tenagaku hari ini hanya untuk menunggunya dan menemaninya. Tapi... apa daya??
Dia tak bisa baca inginku kah atau dia bisa baca tapi memang sangat mengantuk.
Walaupun dia sudah bisa baca hati dan pikiranku malam itu untuk siapa, apa daya hendak dibuat kalau mata memang sudah berat sekali rasanya untuk melek. Hiks.

Gelisah, pasti!
Jam 00.00 dini hari pergantian Jumat ke Sabtu aku sms aja dia..
Berharap dia bangun dan temani aku karena mikirku besok kan Sabtu dia nggak ke mana-mana, abis shubuh dia mau tidur lagi silahkan...
Berhasil di bangun karena sms-smsku..
Dia berusaha telpun aku, sekali telpun tidak kujawab, dua kali telepun baru kujawab..
Dengan suara "ngalem" ku, aku tunjukkin kalau aku ngalem dan kangen banget sama dia. Tapiiiii yang kuharapkan berbalik 180 derajat. Dia malah marah dan menganggapku nggak ngertiin dia.
Saat dia berbicara seperti itu, ibarat gunung es luruh satu per satu es nya nggak bisa pertahankan kekokohannya terlebur karena suhu yang tinggi. aku hanya bisa diam mendengarkan sedikit kemarahannya dan kekecewaannya terhadapku.

Lagu RINDU by Agnes pun jadi temanku, mata yang awlanya udah ngantuk banget tpi tak pertahankan untuk dia seorang pun tak jadi ngantuk karena air mata sudah membendung malam.
Berulang kali lagu Agnes itu ku putar melalui sebuah ponsel. Air mata pun luruh tak tertahankan lagi..
Benar-benar malam yang "ngenes" (red:menyedihkan).

hingga jam 2.00 pagi WIB aku tertidur sendiri dengan pelukan sebuah bantal.

Akhir hari yang tidak membahagiakan..

pg867

Tidak ada komentar:

Posting Komentar